Home Daerah SPPG Batupapan 1 Disuspend (Dihentikan), Investigasi Dugaan Keracunan Massal MBG di Tana Toraja Terus Berlanjut

SPPG Batupapan 1 Disuspend (Dihentikan), Investigasi Dugaan Keracunan Massal MBG di Tana Toraja Terus Berlanjut

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - SPPG Tana Toraja Makale Batupapan 01 dengan Id 4RITBGST resmi Disuspend (Pemberhentian Layanan Sementara) imbas dugaan keracunan massal yang menimpah 159 siswa di Tana Toraja pada Kamis (03/09/2026). 

‎SPPG tersebut merupakan dapur yang melayani ratusan siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Makale yang mengalami dugaan keracunan akibat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). 

‎Hal ini disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) di ruang paripurna DPRD Tana Toraja, Jumat (04/09/2026). RDP ini digelar DPRD Tana Toraja menyikapi dugaan keracunan massal siswa SMP di Tana Toraja akibat menu MBG. 

‎"Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari BGN, Maka SPPG Tana Toraja Makale Batupapan 01 sudah Disuspend sementara atau pemberhentian layanan sementara," terang Mulyadi dalam paparannya.

‎SPPG tersebut kata dia, disuspend sejak tanggal 03 September 2026. Mewakili BGN, Mulyadi juga menyampaikan permohonan maaf dan keprihatinan atas musibah yang menimpah para siswa di Tana Toraja. 

‎Selain itu, Mulyadi menyebut, BGN bertanggungjawab terhadap biaya perawatan siswa di fasilitas kesehatan jika belum tercover BPJS Kesehatan. 

‎"Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas insiden ini, kepala BGN menyampaikan bahwa segala biaya yang diakibatkan oleh kejadian ini, bagi anak-anak kita yang dilayani faskes itu, yang tidak dicover BPJS itu tanggungjawab BGN," ungkap Mulyadi. 

‎SPPG Tana Toraja Makale Batupapan 01 merupakan SPPG yang baru beroperasi bulan lalu. Ia melayani ribuan penerima manfaat mulai dari Posyandu, SD hingga SMP. 

‎"SPPG Tana Toraja Makale Batupapan 01 yang beroperasi per 10 Agustus 2026, dan hari ini tercatat baru melaksanakan pelayanan MBG kurang lebih 3 Minggu, sebelum SPPG dioprasionalkan oleh BGN itu sudah melewati tahapan-tahapan yang panjang supaya dia mendapatkan rekomendasi kelayakan untuk beroprasional," jelasnya. 

‎Investigasi terhadap kejadian ini kata Mulyadi, terus berlanjut, diantaranya pengambilan sampel telah dilakukan Dinas Kesehatan yang akan di kirim ke Makassar untuk diuji di Laboratorium Kesehatan. 

‎"Sampel muntahan siswa dan sampel bahan makanan di SPPG itu sementara dalam proses pemeriksaan, dikirim ke Laboratorium Kesehatan yang ada di Makassar,"

‎Hasilnya kata Mulyadi, akan keluar dalam waktu dekat, sehingga penyebabnya akan segera terungkap. 

‎"Kita akan menunggu satu atu dua hari kedepan untuk dipastikan apa yang menyebabkan super kontaminasi dari bahan makanan yang diberikan kepada anak-anak siswa ini," ungkapnya. 

‎Sementara, Sekda Rudhy Andilolo menyampaikan, SPPG Tana Toraja Makale Batupapan 1 melayani 2.210 penerima manfaat yang terdiri dari 4 (empat) TK, 4 (empat) SD, 2 (dua) SMP yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Makale serta 2 (dua) Posyandu. 

‎"Kemarin terjadi insiden yang menyebabkan keracunan 156 (siswa) yang harus kita bawa ke Fasilitas Kesehatan, data terakhir hari ini bahwa masih ada 55 yang dirawat di rumah sakit, 7 dalam bentuk observasi, sementar yang lainnya rawat jalan," ungkap Rudhy. 

‎Insiden ini yang menyebabkan keracunan kata dia, berasal dari dapur SPPG Tana Toraja Makale Batupapan 1. Meski begitu Rudhy menyampaikan insiden tidak terjadi pada semua penerima manfaat. 

‎"Ini tidak terjadi pada semua sekolah penerima manfaat. Jadi yang terjadi itu hanya di dua SMP yaitu SMPN 1 dan SMPN 2, kemudian ada beberapa SD yang memiliki keluhan pada perawatannya dirawat jalan," jelas Rudhy. 

‎Peristiwa ini kata dia, harus menjadi perhatian bagi semua pihak, efek jerah harus diberikan kepada siapapun yang mempermainkan program ini. 

‎"Permasalahan ini harus ada solusinya dan harus ada impek atau efek yang harus kita putuskan bersama, yang membuat efek jerah terhadap orang yang mencoba-coba mempermainkan program ini," tegas Rudhy. 

Penulis          : Dirga Y. Tandi
‎Editor            : Redaksi