Home Daerah Mersiani Tak Berniat Berbohong, Erni Yetti Tak Bermaksud Mempermalukan

Mersiani Tak Berniat Berbohong, Erni Yetti Tak Bermaksud Mempermalukan

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Polemik antara Ketua TP-PKK Tana Toraja, Dr. Erni Yetti Riman, dan Mersiani, penjual keripik ubi atau tarakko', berakhir dengan penyelesaian secara kekeluargaan.

‎Keduanya bertemu untuk memberikan klarifikasi atas persoalan yang sebelumnya ramai diperbincangkan. Dalam pertemuan tersebut, Erni Yetti dan Mersiani saling menyampaikan penjelasan serta permohonan maaf.

‎Erni Yetti menegaskan, dirinya tidak memiliki niat untuk mempermalukan Mersiani. Pernyataan yang disampaikannya saat itu, kata dia, merupakan bentuk nasihat agar Mersiani tetap mengedepankan kejujuran dalam menjalankan usaha.

‎“Yang saya sampaikan hanya sebuah nasihat, bahwa Mersiani harus senantiasa jujur dalam berusaha,” ujar Erni Yetti.

‎Istri Bupati Tana Toraja itu mengatakan, dirinya justru mendukung masyarakat yang menjalankan usaha agar dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian keluarga.

‎Sementara itu, Mersiani menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memberikan informasi yang tidak benar terkait harga keripik ubi yang dijualnya.

‎Ia mengaku menyampaikan harga sesuai dengan jumlah tarakko' yang dibawanya. Keripik tersebut sebelumnya diborong oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dengan nilai yang disebut mencapai Rp1 juta.

‎Mersiani mengatakan, informasi yang disampaikannya hanya berdasarkan jumlah keripik yang telah dibagikan.

‎Ia juga menyayangkan munculnya berbagai komentar dan hujatan di tengah polemik tersebut. Menurutnya, persoalan yang terjadi telah berkembang jauh dari konteks awal dan bahkan membuat kedua pihak menjadi sasaran hujatan.

‎“Terlalu banyak yang melebih-lebihkan, terutama yang menghujat saya dalam kejujuran menjual. Saya juga sedih karena polemik ini ibu Erni juga dihujat oleh orang-orang,” katanya.

‎Polemik tersebut bermula saat pelaksanaan peringatan HUT Tana Toraja di Lapangan To' Bone, Makale, 2 September 2026.

‎Saat itu, Erni Yetti melihat adanya ketidaksesuaian antara harga yang disebutkan dengan jumlah tarakko' yang tersedia. Ia kemudian meminta penjelasan untuk memastikan informasi tersebut.

‎Namun, persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan publik setelah beredar di media sosial.

‎Dalam penyelesaiannya, Erni Yetti kembali menegaskan tidak ada maksud untuk mempermalukan Mersiani. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas persoalan yang terjadi.

‎Tidak hanya itu, Erni Yetti memberikan bantuan berupa alat penggorengan untuk mendukung usaha Mersiani. Ia juga menyatakan akan membantu melunasi cicilan sepeda motor yang selama ini digunakan Mersiani untuk berjualan tarakko'.

‎Pertemuan tersebut menjadi penutup atas polemik yang sempat mendapat perhatian publik.(*) 

Editor          : Redaksi