Home Daerah Dr Erni Yetti Turun Langsung Pastikan Pelayan Siswa Diduga Keracunan Makanan Berjalan Maksimal

Dr Erni Yetti Turun Langsung Pastikan Pelayan Siswa Diduga Keracunan Makanan Berjalan Maksimal

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Perhatian serius tertuju pada kondisi puluhan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale yang harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Di tengah situasi yang mengundang keprihatinan tersebut, Owner Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja, Erni Yetti Riman, turun langsung melihat kondisi para siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit miliknya, Kamis (3/9/2026).

‎Kehadiran Erni menjadi bentuk kepedulian sekaligus memastikan para siswa memperoleh pelayanan medis secara optimal.

‎Ia juga meminta jajaran dokter dan perawat memberikan perhatian maksimal kepada seluruh pasien agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan baik.

‎"Kita sampaikan kepada perawat dan dokter supaya memberikan pelayanan yang maksimal sehingga anak-anak kita cepat pulih kembali," ujar Erni.

‎Erni juga mengingatkan agar para siswa tidak terburu-buru meninggalkan rumah sakit apabila kondisi mereka belum benar-benar stabil.

‎Menurutnya, keselamatan dan pemulihan pasien harus menjadi prioritas utama.

‎“Jangan buru-buru pulang kalau dirasa masih belum stabil. Pastikan semuanya sudah benar-benar baik dan kondisinya sudah memungkinkan, baru pulang,” tegasnya.

‎Tak hanya memantau kondisi pasien, Erni turut menyempatkan diri berbincang langsung dengan sejumlah siswa yang sedang menjalani perawatan.

‎Ia menanyakan kondisi yang mereka rasakan serta perubahan yang terjadi sebelum dan setelah mendapatkan penanganan medis.

‎Kepedulian tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah kondisi puluhan pelajar yang secara bersamaan harus mendapatkan perawatan.

‎Erni berharap seluruh siswa dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas mereka sebagai pelajar.

‎“Semoga semua pasien yang sedang dalam perawatan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas sebagai pelajar,” harapnya.

‎Sementara itu, dugaan keracunan makanan yang dialami para siswa masih menjadi perhatian.

‎Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami mereka membutuhkan pemeriksaan serta penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait. (*) 

Editor          : Redaksi