REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Bupati Tana Toraja, dr Zadrak Tombeg dan Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L. Paundanan jenguk sejumlah siswa SMP yang diduga keracunan makanan di tiga rumah sakit yang ada di Tana Toraja, Kamis (03/09/2026). Ratusan siswa tersebut berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale (To’ Bone).
Peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9/2026) siang. Sehari berselang, Kamis (3/9/2026) pagi, sejumlah siswa mulai mengeluhkan berbagai gejala, di antaranya mual, pusing, lemas, hingga sakit perut.
Hingga saat ini, total siswa yang terkonfirmasi diduga keracunan mencapai 159 siswa. Mereka mendapat penanganan di tiga rumah sakit yaitu, RSUD Lakipadada, RS Fastima dan RS Sinar Kasih Toraja, selain itu ada juga siswa yang yang mendapat penanganan di Puskesmas Makale dan Puskesmas Batusura'.
Data terakhir yang diterima REPLIKNEWS, Kamis (03/09/2026) pukul 19.00 Wita, 95 Siswa masih menjalani rawat inap, 55 Siwa rawat jalan dan 19 observasi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja langsung melakukan penanganan dengan menyiagakan tiga rumah sakit dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya untuk merawat para siswa.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, mengatakan seluruh fasilitas kesehatan dikerahkan untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan secara optimal.
"Kita akan melakukan penanganan optimal. Saat ini anak-anak kita yang mengalami berbagai keluhan dirawat di tiga rumah sakit di Tana Toraja," kata Zadrak.
Zadrak yang juga merupakan dokter spesialis anak turut turun langsung memeriksa kondisi kesehatan siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurutnya, keluhan yang paling banyak dirasakan siswa berupa mual, pusing, dan sakit perut.
Selain memastikan penanganan medis, Pemkab Tana Toraja juga telah mendatangi dapur penyedia MBG yang menyalurkan makanan ke kedua sekolah tersebut.
Dari informasi awal, menu yang dikonsumsi siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale merupakan menu yang sama, yakni ayam santan. (*)
Editor : Redaksi





