Home Daerah Dampak Kemarau Panjang, Harga Sayur Naik di Pasar Makale

Dampak Kemarau Panjang, Harga Sayur Naik di Pasar Makale

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Kemaru panjang yang melanda saat ini tak hanya berdampak pada kurangnya debit air. Kemaru panjang juga berdampak terhadap harga sayur. 

‎Di Pasar Sentral Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan harga sayuran mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. 

‎Salah satunya, duan singkong muda, sebelumnya berada di kisaran harga Rp5.000/ikat, kini naik mencapi Rp10.000/ikat. 

‎Tak hanya itu, jenis sayur lainya seperti kankung, sayur campur, sawi juga mengalami kenaikan, harga sebelumnya berada di kisaran harga Rp5.000/ikat, kini naik jadi Rp8.000/ikat.

‎Sejumlah pedagang yang temui di Pasar Sentral Makale menyebut, kenaikan harga dipicu kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir. 

‎"Naik harga sayurnya, karena sekarang musim kemarau kak, kita lagi kekeringan," ujar Nata, salah satu penjual sayur di Pasar Sentral Makale, Kamis (04/09/2026). 

‎Kenaikan harga sayur juga disampaikan salah satu pembeli, Rani (25) usai membeli sayur di Pasar Makale. Ibu rumah tangga itu menyebut, harga sayur mayur sebelum musim kemaru berada di kirasan harga Rp5.000/ikat, namun kini mengalami kenaikan. 

‎"Harga normal itu biasanya Rp5.000 satu ikat, sekarang itu naik, ada yang Rp8.000 satu ikat, ada juga yang Rp10.000 satu ikat," terangnya. 

‎"Munkin karena musim kemarau makanya naik," imbuhnya. 

Penulis         : Dirga Y. Tandi
‎Editor           : Redaksi