Home Hukum dan Kriminal Kasus Pengrusakan SMP PGRI Belum Tuntas, Aliansi Cipayung Desak Kapolres Tator Mundur

Kasus Pengrusakan SMP PGRI Belum Tuntas, Aliansi Cipayung Desak Kapolres Tator Mundur

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Puluhan massa aksi dari Aliansi Cipayung Tana Toraja menggelar demonstrasi di depan Mapolres Tana Toraja pada Sabtu (30/8/2025). Massa aksi menuntut Kapolres Tana Toraja untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus pengrusakan SMP PGRI Marinding yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam aksi tersebut, massa membawa beberapa tuntutan, salah satunya terkait lambannya penangangan kasus pengrusakan sekolah di SMP PGRI Marinding, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.

Massa aksi menilai bahwa kasus pengrusakan sekolah tersebut sangat krusial dan perlu perhatian serius dari pihak kepolisian. Mereka juga menilai bahwa Kapolres Tana Toraja tidak becus dalam menangani kasus tersebut karena sudah hampir dua bulan belum ada kejelasan tentang penetapan tersangka.

Orator aksi, Imanuel dalam kesempatan itu meminta Kapolres Tana Toraja untuk segera menetapkan siapa tersangka dibalik kasus pengrusakan SMP PGRI Marinding karena kasus tersebut sudah berlarut-larut namun belum juga ada kejelasan dari pihak Polres Tana Toraja.

"Kasus pengrusakan SMP PGRI Marinding yang didiga dilakukan oleh salah satu oknum anggota DPRD Tana Toraja sudah lumayan lama, padahal pihak Polres sudah mengatakan bahwa akan segera mebetapkan tersangka namun sampai saat ini belum juga ada yang ditetapkan tersangka," kata immanuel

"Namun sudah hampir dua bulan belum ada kejelasan, berarti kita dibohongi oleh Kapolres Tana Toraja," lanjutnya.

Menurut Imanuel, pengrusakan sekolah di SMP PGRI Marinding merupakan kasus yang sangat krusial dan perlu perhatian serius dari pihak kepolisian

"Pengrusakan sekolah di SMP PGRI Marinding itu merupakan kasus yang sangat fatal, karena tindakan tersebut sangat mengganggu anak-anak sekolah selaku generasi penerus bangsa," ungkapnya.

Jika dalam waktu dekat Kapolres Tana Toraja tidak bisa menetapkan tersangka kasus pengrusakan SMP PGRI Marinding, massa aksi mendesak agar AKBP Budi Hermawan segera mundur dari jabatannya sebagai Kapolres Tana Toraja karena dinilai tidak becus.

"Kapolres telalu sibuk melakukan pencitraan sampaj lupa melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kapolres," tegas Imanuel.

Suasana mulai memanas setelah Kapolres Tana Toraja menemui massa aksi namun enggan melakukan diskusi. Kapolres memilih pergi meninggalkan massa aksi.

Penulis       : Martinus Rettang
Editor         : Redaksi