Home Hukum dan Kriminal Kejam! Penikaman Ditengah Mediasi Adat, Polisi Diminta Usut secara Mendalam dan Transparan

Kejam! Penikaman Ditengah Mediasi Adat, Polisi Diminta Usut secara Mendalam dan Transparan

Dok. Korban penikaman MB (Kiri) dan Korban Pengeroyokan TBL (Kanan)

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Peristiwa penikaman saat media adat terjadi di Dusun Loka', Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja pada Sabtu, 09 Mei lalu. Korban MB mengalami luka tusuk dibagian punggung sebelah kiri. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis REPLIKNEWS dari salah satu keluarga korban yang berada dilokasi saat kejadian, MB ditikam S saat proses mediasi adat tengah berlangsung. 

Kata dia, mediasi adat itu dilaksanakan guna mendamaikan AM (Kakak Pelaku) dan MB (Korban) yang sempat berselisi. Mediasi ini dihadiri sejumlah tokoh adat, pemerintah dan masyarakat. 

Mulanya kata dia proses mediasi adat berjalan aman, keduanya, baik AM dan MB saat itu diberikan kesempatan untuk menyampaikan permasahan yang mereka alami, namun tak berselang lama saat MB (Korban) sementara berbicara, ia langsung ditikam S dari belakang menggunakan pisau. 

Keadaan pun menjadi tegang, beberapa orang berusaha mengamankan pisau dari tangan pelaku. Sementara yang lainnya berusaha menyelamatkan korban untuk dievakuasi. 

Situasi dilokasi kejadian sempat memanas, adik dan kakak korban penikaman, yakni AB dan TBL juga dikabarkan mengalami penganiayaan dan pengeroyokan. 

AB diduga dipukul AM saat berupaya menyelamatkan kakaknya usai ditikam. Sementara, TBL diduga dikeroyok tiga orang termasuk AM saat berusaha menyelamatkan korban. 

Tak berselang lama setelah kejadian korban langsung dilarikan ke RSUD Lakipadada untuk menjalani perawatan intensif. Sementara, pelaku juga telah diamankan pihak Kepolisian. 

Untuk kasus penganiayaan dan pengeroyokan juga telah dilaporkan secara resmi korban ke Polres Tana Toraja.

Keluarga korban berharap pihak kepolisian mengusut kasus ini secara mendalam dan transparan.

"Kita tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini, karena kan pertemuan (mediasi adat) selama ini dilakukan dikampung kami aman-aman saja," kata keluarga korban, Minggu (10/05/2026).

Keluarga juga menduga, ada aktor utama dibalik kejadian ini, sebab selama ini kata dia, belum ada kasus seperti ini. 

"Kami menduga ada aktor utama yang telah merencanakan ini. Untuk itu kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara mendalam dan transparan," harapnya. 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus ini. jurnalis REPLIKNEWS telah berupaya menghubungi Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, Iptu Syahruddin namun belum mendapat respon. 

Penulis          : Dirga Y. Tandi
Editor            : Redaksi