REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Perekonomian Kabupaten Tana Toraja menunjukkan performa yang menggembirakan pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Tana Toraja pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 8,29 persen, meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya yang berada di angka 5,97 persen.
Capaian tersebut menempatkan Tana Toraja di peringkat ketujuh dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Angka pertumbuhan ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan maupun nasional.
Tak hanya itu, Tana Toraja bahkan berhasil melampaui Kota Makassar yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Pertumbuhan ekonomi yang kuat ini ditopang oleh sejumlah sektor unggulan, terutama pertanian, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketiga sektor tersebut dinilai menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha, petani, pelaku pariwisata, dan seluruh masyarakat Tana Toraja.
"Pertumbuhan ekonomi sebesar 8,29 persen ini menjadi indikator bahwa arah pembangunan yang kita jalankan berada di jalur yang tepat," ujar Zadrak, Rabu (10/6/2026).
"Namun yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, dan kesejahteraan," sambungnya.
Ia menegaskan, Pemkab Tana Toraja akan terus memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi penopang ekonomi daerah, termasuk mendorong investasi, pengembangan destinasi wisata, peningkatan produktivitas pertanian, serta pemberdayaan UMKM.
"Pertanian, pariwisata, dan UMKM akan tetap menjadi prioritas pembangunan karena sektor-sektor ini memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat," tambahnya.
Pemerintah daerah berharap tren pertumbuhan positif ini dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun 2026, sehingga Tana Toraja semakin mampu bersaing dan menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Sulawesi Selatan. (*)
Editor : Redaksi






