REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Toraja laksanakan rapat kerja dengan OPD mitra kerja terkait keluhan masyarakat atas proyek Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Minanga.
Rapat dipimpin langsung oleh ketua Komisi III DPRD Tana Toraja Drs. Kendek Rante Dari Fraksi Golkar didampingi Andarias Tadan Fraksi Hanura, Andreas Tangirerung Frkasi Nasdem dan Kristian Lambe dari Fraksi partai Demokrat.
Berdasarkan hasil pertemuan tersebut maka Komisi III DPRD Kabupaten Tana Toraja merekomendasikan 3 poin sebagai berikut:
1. Merekomendasikan kepada Pihak Perusahaan untuk lebih intens dalam pembersihan jalan akibat tanah yang jatuh dan terhambur dijalan yang menimbulkan debu dan mengakibatkan jalan licin disaat hujan sehingga mengganggu pengguna jalan serta masyarakat setempat.
2. Merekomendasikan kepada Pemerintah Kelurahan, Lembang dan Camat Mengkendek (Porkopincam) untuk menata kembali saluran air sungai kecil terlebih disaat hujan debet air meningkat.
3. Merekomendasikan kepada Bina Marga untuk segera memperbaiki saluran air (Drainase) terutama yang ada di depan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tana Toraja.
Menurut keterangan Ketua Komisi III, Kendek Rante saat ditemui usai rapat mengatakan bahwa 3 poin yang direkomendasikan tersebut berdasarkan keluhan dari masyarakat terkait pembangunan SPBE Minanga.
"Kita berharap semoga pihak SPBE Minanga dan juga pihak terkait agar memperhatikan poin yang sudah kita sepakati bersama demi kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar SPBE Minanga", pungkas politisi Partai Golkar Drs. Kendek Rante.
Senada dengan itu Ketu Fraksi Partai Hanura, Andarias Tadan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ada 2 poin penting yang sudah disampaikan kepada pengelola SPBE Minanga terkait keluhan masyarakat.
"Ada dua poin penting yang sudah kita tegaskan, karena ini terkait dampak sosial keluhan masyarakat antara lain:
1. Supaya mobil yang muat material tanah agar menutup dengan terpal
2. Kemudian menyediakan mobil penyiram minimal setiap 3 hari untuk membersihkan material tanah yang berserakan di jalan raya.
Itu yang paling kita tegaskan, karena banyaknya keluhan masyarakat", pungkas Politisi Hanura Andarias Tadan.
Diberitakan sebelumnya bahwa pihak SPBE Minanga sudah merespon terkait keluhan masyarakat tersebut
"Kami sudah bekerja sama dengan mobil pemadam kebakaran untuk dilakukan pembersihan setiap pukul 11.00 dan pukul 16.00 wita sesuai arahan pak Kapolsek Mengkendek", kata Titus Pelaksana pembangunan SPBE kepada REPLIKNEWS, Sabtu (11/2/2023).
Dikatakan juga bahwa, pihaknya telah melakukan teken kotrak dengan masyarakat setempat untuk di pekerjakan untuk menangani keluhan tersebut.
"Kami sudah taken kontrak dengan masyarakat setempat untuk dipekejakan, dibagian dalam SPBE, mayarakat setempat juga yang memilik kendaraan juga kita pekerjakan dan masih ada beberapa bagian lagi termasuk yang stay mengatur keluar masuknya kendaraan proyek", tandasnya.
Penulis : Martinus Rettang
Editor : Iga





