REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Pemerintah Daerah (Pemda) Tana Toraja terus memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, salah satunya melalui perbaikan akses jalan di wilayah pedesaan.
Saat ini, proyek rabat jalan poros To’tumbang Mila’, Kecamatan Sangalla, tengah berjalan dengan nilai anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Namun, di tengah progres pekerjaan, proyek tersebut sempat menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak menuding pekerjaan rabat jalan tidak sesuai standar teknis karena diduga tidak menggunakan plastik sebagai alas pengecoran beton.
Menanggapi isu tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Alfred Palayukan, memberikan klarifikasi.
Menurut Alfred, tidak digunakannya plastik pada beberapa segmen jalan bukanlah pelanggaran spesifikasi, melainkan telah disesuaikan dengan kondisi eksisting dan tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Perlu kami luruskan, dalam RAB memang tidak seluruh ruas menggunakan plastik. Hal ini karena pada bagian dasar jalan tersebut sudah terdapat rabat beton lama yang masih layak, sehingga tidak lagi memerlukan alas plastik," ujar Alfred, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan plastik tetap diterapkan pada bagian ruas jalan yang baru, khususnya pada segmen yang sebelumnya dilakukan pemadatan material tanah.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas beton dan mencegah penyerapan air semen ke dalam tanah.
"Untuk ruas yang dikerjakan dari awal, setelah pemadatan tanah, kami tetap menggunakan plastik sesuai standar teknis. Jadi tidak benar jika dikatakan proyek ini sama sekali tidak menggunakan plastik," tegasnya.
Alfred memastikan seluruh pekerjaan rabat jalan poros To’tumbang Mila’ dilaksanakan mengacu pada spesifikasi teknis, perencanaan, serta pengawasan yang ketat.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas agar infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Pemda Tana Toraja berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang transparan dan akuntabel. (*)
Editor : Redaksi





