REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Dr. Oktavianus Pasoloran diduga enggan bertemu dengan Mahasiswanya sendiri.
Hal itu dikatakan Randi Ina Pasomba selaku juru bicara (Jubir) perwakilan Mahasiswa UKI Toraja saat ditemui di Kantor Pusat UKi Toraja, Selasa (18/10/2022).
Padahal menurut Randi, agenda pertemuan tersebut telah disepakati sebelumnya dengan pihak kampus.
"Kami datang karena sebelumnya sudah ada janji untuk melakukan Audience dengan Birokrasi Kampus di Aula Hotel Pantan Makale, namun karena nominasi anggota yang ditentukan oleh pihak pengundang dengan pihak Hotel dibatasi hanya berjumlah 30 Orang makanya kami dialihkan ke Kampus I, setelah kami sampai sana kami dialihkan lagi ke Kantor Pusat dan sampai saat ini kami masih menunggu kapan kami akan bertemu dengan Pimpinan kami", Ujar Randi kepada wartawan REPLIKNEWS.
Randi menyesalkan sikap Rektor Kampus yang dianggap tidak serius dalam memenuhi janji, bahkan Randi menilai Rektor UKI Toraja takut bertemu dengan mahasiswanya sendiri.
"Bayangkan dari Pukul 15:00 sampai pukul 18:30, kami masih ditelantarkan di luar Rektorat Kampus, kenapa Orang Tua kami sangat ragu untuk bertemu dengan kami? Padahal kami hanya ingin memeinta kejelasan terkait beberapa tuntutan kami. Namun kenapa Pimpinan kami kelihatan takut untuk bertemu dan berbicara dengan Mahasiswanya sendiri?", sesal Randi.
Lebih lanjut, Randi juga menyatakan niat baiknya bersama rekan-rekannya untuk datang melakukan audience dengan pimpinan birokrasi kampus.
"Kami tidak akan Anarkis dan memaksa, seandainya kami mau merusak dan anarkis, dari tadi kami sudah melakukan tindakan itu, tapi kami hanya datang untuk beraudience, namun sampai saat ini orang tua kami tidak membukakan pintuk untuk kami", tutur Randi.
Hingga informasi ini diterbitkan, Rektor Universitas Kristen Infonesia (UKI) Toraja, Dr. Oktavianus pasoloran belum juga memberi keterangan, padahal telah dikonfirmasi melalui WhatssApp Messenger berkali-kali oleh Wartawan REPLIKNEWS.
Penulis : Martinus Rettang
Editor : Natha