REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Pendekatan humanis dan persuasif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam menata pedagang di Pasar Rantetayo membuahkan hasil positif.
Penataan yang sebelumnya dikhawatirkan menimbulkan penertiban di lapangan justru berjalan lancar berkat komunikasi yang baik antara pemerintah dan para pedagang.
Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tana Toraja, pemerintah lebih mengedepankan pendekatan dialog dan sosialisasi kepada pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar.
Pendekatan tersebut dilakukan agar para pedagang memahami tujuan pemerintah dalam menata kawasan pasar, sekaligus menjaga ketertiban serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pasar.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Tana Toraja, Anggreini Paressa, menjelaskan bahwa sebelumnya sejumlah pedagang memilih berjualan di luar area pasar yang telah dibangun oleh pemerintah.
Melalui sosialisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, pemerintah mengajak para pedagang untuk kembali menempati lapak yang telah disediakan di dalam pasar.
"Pedagang yang sebelumnya berjualan di luar pasar diarahkan kembali ke dalam lapak yang telah disediakan agar tidak mengganggu pengguna jalan," ujar Anggreini, Senin (09/03/2026)
Pendekatan persuasif yang disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tana Toraja, Eli Bernat, membuat para pedagang akhirnya memahami maksud dan tujuan penataan tersebut.
Mereka pun menunjukkan sikap pengertian dengan secara sukarela memindahkan dagangannya ke dalam area pasar.
Berkat kerja sama dan kesadaran para pedagang tersebut, rencana penertiban yang sebelumnya dijadwalkan pada Senin, 9 Maret 2026, akhirnya tidak perlu dilakukan.
Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa pendekatan humanis dan persuasif yang dilakukan pemerintah, disertai sikap pengertian dari para pedagang, mampu menciptakan solusi yang baik bagi semua pihak.
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja pun berharap pola komunikasi dan pendekatan serupa dapat terus diterapkan dalam penataan pasar di wilayah lainnya. (*)
Editor : Redaksi






