Home Daerah Kapolres Tator Tinggalkan Massa Aksi Saat Dialog, Mahasiswa Geram: Baperan, Mundur Saja!

Kapolres Tator Tinggalkan Massa Aksi Saat Dialog, Mahasiswa Geram: Baperan, Mundur Saja!

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Tana Toraja (PMKRI, GMNI dan GMKI) menggelar aksi demonstrasi di Mapolres Tana Toraja, Sabtu (30/08/2025). Dalam aksi tersebut massa aksi mendesak Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan mundur dari jabatannya.

Kapolres Meninggalkan Massa Aksi Saat Berdialog. 

Cipayung Tana Toraja menyangkan sikap Kapolres AKBP Budi Hermawan meninggalkan massa aksi saat berdialog. 

Kejadian ini bermula ketika puluhan massa yang menggelar demonstrasi meminta Kapolres Tana Toraja keluar dan menemui mereka untuk berdialog terkait poin-poin tuntutan yang mereka bawakan. 

Selang beberapa saat, Kapolres Tana Toraja pun keluar menemui massa aksi dengan pengawalan ketat personilnya, kemudian duduk bersama massa aksi dan berdialog. 

Saat dialog baru dimulai Kapolres AKBP Budi Hermawan menyampaikan beberapa hal yang dinilai para massa aksi diluar dari substansi poin tuntutan mereka.

Massa aksi lalu meminta Kapolres berdiskusi sesuai substansi tuntutan mereka. 

"Pak subtansi aja pak," pinta massa aksi kepada Kapolres Tana Toraja. 

Kapolres pun menjawab massa aksi. "Saya boleh ngomong ngak. Saya kalau ini saya tinggal ini. Kalau ngak mau saya tinggal, mau ngak dengar," jawab Kapolres. 

Massa aksi pun tetap meminta kapolres berdialog sesuai substansi tuntutan mereka. 

"Berarti pak kapolres ini tidak mau di evalusi, kita mau bacakan tuntutan pak," kata sejumlah massa aksi. 

Bukannya mempersilahkan massa aksi menyampaikan poin tuntutan lalu berdialog, Kapores AKBP Budi Hermawan memilih meninggalkan massa aksi. 

"Ngak, bukan begitu, saya tinggal," kata Kapolres lalu berdiri meninggalkan massa aksi.

Sikap Kapolres AKBP Budi Hermawan ini menuai sorotan tajam dari para massa aksi. Mereka mengaku kecewa dengan sikap kapolres. 

Bahkan mereka meminta Kapolres Tana Toraja segera mundur dari jabatannya. 

"Huuu baperan, mundur saja," teriak massa aksi. 

Kapolres Didesak Mundur Dari Jabatannya. 

Massa aksi menilai sikap yang dipertontonkan kapolres kepada mahasiswa yang datang membawa aspirasi untuk berdialog sangat tidak pantas. 

Salah satu orator menegaskan mereka hanya meninginkan pemimpinan kepolisian di Tana Toraja mampu menjaga kambtibmas. 

"Tetapi lantas apa yang terjadi, ketika kami membawa aspirasi untuk berdialog, kami ditinggalkan. Silahkan mundur dari jabatannya," tegas salah satu orator dari PMKRI Tana Toraja.

"Bahwa Kapolres Tana Toraja itu adalah seorang pengecut, yang kemudian tak ingin berdialog dengan para mahasiswa, tidak ingin bedialog dengan rakyat yang ingin menyampaikan aspirasinya. Itulah model Kapolres Tana Toraja pada saat ini," tegasnya lagi dengan lantang. 

Mereka juga menilai, dibalik sikap kapolres Tana Toraja ada sesuai yang disembunyikan. 

"Hari ini menjadi pertanyaan bagi kita semua, bahwa kemudian ada sesuatu yang disembunyikan oleh pak kapolres. Dari raut wajahnya saja berbicara, beliau sudah gugup kawan-kawan. Masa sekelas pemimpin seperti ini?," tegas salah satu orator dari GMKI.

Hal senada juga disampaikan salah satu orator dari GMKI. Ia menyampaikan baru kali ini melihat seorang kapolres yang baperan dan tak mau berdialog dengan massa aksi. 

"Hari ini seorang pimpinan sekelas kapolres khususnya di Tana Toraja, baru kali ini kami melihat seorang kapolres yang baper," ucapnya saat menyampaikan orasi. 

Kasus Pencurian Fasilitas Rumah Ibadah Belum Terungkap. 

Meski tak disampaikan langsung dihadapan Kapolres Tana Toraja, massa aksi tetap membacakan poin tuntutan mereka. 

Dalam aksi tersebut, Aliansi Cipayung Tana Toraja menyampaikan sejumlah poin tuntutan, salah satunya kasus pencurian fasilitas rumah ibadah yang terjadi beberapa bulan lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada satupun pelaku yang diamankan. Mereka mendesak Polres Tana Toraja segera mengungkap kasus tersebut. 

"Mendesak Polres Tana Toraja segera mengungkap kasus pencurian fasilitas rumah ibadah di Tana Toraja," kata jenderal lapangan membacakan tuntutan. 

Dalam catatan REPLIKNEWS, setidaknya dalam kurun waktu bulan Mei dan Juni telah terjadi lima aksi pencurian fasilitas gereja di Tana Toraja, diantaranya:

1. Gereja Toraja Jemaat Rante di Kecamatan Makale. 
2. Gereja Toraja Jemaat Alfa Omega di Kecamatan Makale. 
3. Gereja Kibaid Jemaat Kondongan di Kecamatan Saluputti.
4. Gereja Toraja Jemaat Talion di Kecamatan Rembon. 
5. Gereja Toraja Jemaat Gloria Ke'pek di Kecamatan Mengkendek. 

Penulis         : Dirga Y. Tandi
Editor           : Redaksi