REPLIKNEWS, PANGKEP – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep kembali menggaungkan tuntutan mereka. Kali ini, organisasi mahasiswa itu menyoroti dugaan korupsi dana desa di Marasende, Kecamatan Liukang Tupabbiring, yang diduga terjadi dalam rentang anggaran 2022-2024.
Ketua HMI Pangkep, Fadli, dalam pernyataannya pada Jumat, 4 April 2025, mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dari aparat penegak hukum. Menurutnya, dana desa harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan justru dinikmati oleh oknum tertentu.
“Kami ingin memastikan dana desa benar-benar dikelola dengan baik. Jangan sampai dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan warga malah diselewengkan,” kata Fadli dalam pesan singkatnya.
HMI juga mendesak Inspektorat Kabupaten Pangkep untuk segera melakukan audit terhadap penggunaan dana desa tersebut. Jika tidak ada tindak lanjut, mereka mengancam akan turun ke jalan sebagai bentuk protes dan mosi tidak percaya terhadap Kejaksaan Negeri Pangkep.
“Kami memberi waktu kepada pihak terkait untuk bekerja. Jika tidak ada progres, HMI Cabang Pangkep akan melakukan aksi demonstrasi,” ujarnya.
Sebelumnya, HMI telah beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa menuntut transparansi dalam berbagai kasus dugaan korupsi di Kabupaten Pangkep. Fadli berharap dengan adanya tekanan publik, aparat hukum tidak tinggal diam.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Masyarakat berhak tahu bagaimana dana desa mereka dikelola,” tutupnya.(Wihandi)
Editor : Redaksi