REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Toraja desak Pemkab Tana Toraja dalam hal ini Bupati untuk segera mengisi jabatan setingkat Administrator dan Pengawas pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini lowong.
Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi kepada awak media saat ditemui mengatakan bahwa saat ini setidaknya ada lima belas jabatan Administrator (Sekertaris) di OPD lingkup Pemkab Tana Toraja yang lowong.
Pasalnya kata Welem, OPD tanpa sekretaris membuat pelaksanaan tugas dan program tidak berjalan normal sehingga bisa menghambat proses administrasi.
"Berdasarkan perda No 4 tahun 2022. Pelantikan pejabat tinggi pratama yang beberapa waktu lalu dilaksanakan seharusnya tidak terpisahkan dari pelantikan pejabat administrator dan pengawas", ujar Welem, Kamis (2/3/2023).
Sementara itu,Ketua Fraksi Golkar DPRD Tana Toraja Kendek Rante, mengaku geram dengan ulah Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung yang mengulur-ulur pelantikan pejabat Administrator dan Pengawas.
"Bupati Tana Toraja tidak tegas dengan Perda kelembagaan baru lantaran penundaan pelantikan tersebut dinilai berdampak buruk pada tata kelola Pemerintahan, bahkan sejumlah ASN tidak disiplin lagi dengan tugas pokoknya (Tupoksi) sebab statusnya terkatung-katung", pungkas Kendek Rante.
Penulis : Martinus Rettang
Editor : Iga






