Home Daerah Dibawa Kepemimpinan Zadrak Tombeg, Tana Toraja Raih Peringkat Kedua Pengelolaan Sampah Terbaik se-Sulawesi

Dibawa Kepemimpinan Zadrak Tombeg, Tana Toraja Raih Peringkat Kedua Pengelolaan Sampah Terbaik se-Sulawesi

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Di bawah kepemimpinan dr. Zadrak Tombeg, Tana Toraja berhasil meraih peringkat kedua sebagai kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah dan lingkungan asri se-Sulawesi.

‎Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi yang digelar di Kota Makassar, Jumat (18/9/2026).

‎Tana Toraja dinilai berhasil mendorong pengelolaan sampah secara terpadu sekaligus membangun lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

‎Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja tidak hanya menerima penghargaan, tetapi juga mendapatkan bantuan keuangan sebesar Rp1,5 miliar dari Pemerintah Pusat.

‎Dalam pemeringkatan tersebut, Kabupaten Luwu meraih posisi pertama, disusul Tana Toraja di posisi kedua dan Sidrap di posisi ketiga.

‎Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

‎“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus membenahi pengelolaan sampah di Tana Toraja. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Zadrak.

‎Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan semangat “Tana Toraja Masero”, yang menjadi tagline dalam kepemimpinannya untuk mendorong terwujudnya Tana Toraja yang semakin bersih, sehat, tertata dan nyaman bagi masyarakat.

‎Transformasi pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian Pemkab Tana Toraja sejak dr. Zadrak Tombeg memimpin daerah tersebut.

‎Perubahan paling terlihat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Jika sebelumnya sampah lebih banyak berakhir sebagai tumpukan, kini pengelolaannya mulai dilakukan melalui proses pemilahan dan pengolahan berdasarkan jenis sampah.

‎Sampah organik diolah menjadi pupuk organik, sementara sebagian sampah anorganik dimanfaatkan dan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis, termasuk paving block.

‎Langkah tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sumber nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat.

"Penghargaan tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat Tana Toraja," ujar Bupati Zadrak.‎ (*) 

Penulis         : Dirga Y. Tandi
‎Editor           : Redaksi