REPLIKNEWS, PANGKEP -- Bantuan seragam sekolah untuk seluruh siswa/i SD dan SMP akan terus berlanjut sebagai program Bupati Kabupaten Pangkep Muhammad Yusran Lalogau. Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2022 menyepakati 6,7 miliyar bantuan seragam sekolah.
Sebelumnya, bantuan seragam tersebut yang disalurkan ke sejumlah sekolah menuai kritikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Pangkep yang dinilai lamban disalurkan.
Menurut Alfian Muis selaku Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangkep bahwa program unggulan Bupati Pangkep harus memiliki pengkajian yang matang dalam penyalurannya.
"Selain masyarakat menilai lamban disalurkan, saya juga menyarankan kepada Dinas Pendidikan untuk langsung terjun ke lapangan agar dapat mengetahui sendiri situasi siswa/i yang akan mendapatkan bantuan," katanya. Selasa, (20/9/2022)
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Dr Sabrun Jamil selaku penanggung jawab terhadap program bantuan seragam sekolah Bupati menyebutkan bahwa keterlambatan bantuan seragam ini dikarenakan pendataan siswa yang sebelumnya belum rampung.
"Kami mengevaluasi kinerja kami yang agak lamban penyalurannya, dan akan memaksimalkan sesuai instruksi dari Dewan untuk melakukan pengkajian lebih mendalam," ucapnya kepada REPLIKNEWS
Lanjut Dr Sabrun Jamil menjelaskan dalam pembahasan Ranperda APBD perubahan ini bahwa program bantuan seragam ini memerlukan bantuan tambahan anggaran agar dapat terealisasi secara menyeluruh kepada siswa.
"Kalau sebelumnya itu kami terkendala di SD karena jumlah siswanya lebih banyak ketimbang anggaran yang disiapkan sebanyak tiga miliyar. Sementara untuk siswa SMP kami kelebihan anggaran ketimbang jumlah siswa, ini juga mesti kami evaluasi bersama Dewan," jelasnya.
Penulis : Habibi
Editor : Wahyu





