Home Daerah Tercatat 5.043 Babi di Toraja Utara Mati gegara Virus ASF, drh Rostiani Silta: Banyak Tidak Terlapor

Tercatat 5.043 Babi di Toraja Utara Mati gegara Virus ASF, drh Rostiani Silta: Banyak Tidak Terlapor

Sumber gambar: Geogle

REPLIKNEWS, TORAJA UTARA - Jumlah ternak babi meninggal di Kabupaten Toraja Utara akibat virus demam babi afrika atau Afrikan Swine Fever (ASF) terus meningkat. Per tanggal 22 Juni 2023 babi yang meninggal sudah mencapi ribuan ekor. 

"Sudah 5.043 ekor yang meninggal per hari ini, itu semua yang terlapor, tetapi banyak yang tidak terlapor", kata drh Rostiani Silta, salah satu dokter hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Toraja Utara kepada REPLIKNEWS, Kamis (22/6/2023) sore. 

Ia mengungkapkan, di Kabupaten Toraja Utara kasus tertinggi kematian babi akibat virus ASF berada di Kecamatan Tondon. 

"Paling tinggi kasusnya itu di (Kecamatan) Tondon, saya tidak tau data persisnya berapa tapi (Kecamatan) Tondon yang paling tinggi baru Tallunglipu", terangnya.

Kata dia, dalam mengantisipasi mobilisasi ternak keluar masuk wilayah Toraja Utara, pihaknya sudah membentuk tiga posko resmi satgas ASF di perbatasan. 

"Yang sekarang resmi tiga, Sangkaropi, Kaleakan dan Rantebua", ucapnya. 

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Toraja Utara, Lukas Pasarai Datubarri mengatakan, saat ini pihaknya telah melibatkan TNI-Polri dalam satgas ASF Toraja Utara. 

"Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dalam hal ini reskrim (Polres Toraja Utara), kemarin kami sudah jalan-jalan kesana (Perbatasan), Pak Kasatreskrim sendiri sudah lihat keadaannya. Kita mengharapkan TNI-Polri untuk membeckup dan itu sudah ada", ungkapnya. 

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga dan melaporkan bila ada ternak babi yang masuk ke wilayah Toraja Utara. 

"Karena keterbasan satgas dan jumlahnya juga terbatas jadi kami menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga, tolong dilaporkan kepada kami, karena inikan waba, bukan hanya pemerintah saja yang bertanggungjawab kita juga masyarakat, karena ini berdampak langsung kepada perekonomian masyarakat", ungkapnya. 

Penulis     : Iga
Editor       : Redaksi