REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja (Tator) dalam menekan angka stunting terus dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Salah satu yang perlu diapresiasi yakni dilaunchingnya Dapur Sehat atasi Stunting (Dashat) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang dipusatkan di Lembang Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Selasa (18/4/2023).
Selain launching Dashat, juga dilaunching Rumah Gisi dan Rumah Data Kependudukan serta pencanangan kampung Keluarga Berkualitas (KB) yang tersebar di 41 lembang (Desa) dan kelurahan di Kabupaten Tana Toraja.
Lounching ini dihadiri langsung Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra Hj. Rita Mariani, Ketua TP-PKK Tana Toraja, Yariana Somalinggi, Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja, Sulaiman Malia, Kepala OPD lingkup Tana Toraja, Para Camat serta Lembang se Kabupaten Tana Toraja.
Sekda Tana Toraja, Sulaiman Malia dalam sambutannya menyambut baik launching ini. Dikatakan Sulaiman Malia, kegiatan yang dilaksanakan semuanya mengarah kepada penekanan stunting di Tana Toraja.
"Semua ini saya pikir mengarah ke penekanan dan pengentasan stunting, jadi sistemnya memang kita keroyokan", kata Sulaiman.
Dikatakan Sulaiman, stunting merupakan permasalahan skala Nasional. Untuk itu kata dia, pemerintah pusat, provinsi hingga daerah mengeluarkan kebijakan yang berjalan beriringan dalam rangka penekanan stunting.
Melalui kampung KB, kata Sulaiman didalamnya ada integrasi yang akan membangun masyarakat yang berkulitas.
"Masyarakat atau KK merupakan sendi dasar dari susunan masyarakat jadi memang target dasar program ini untuk membangun mereka (KK). Ukuran keberhasilan dan kesejahteraan dalam suatu wilayah baik keluarahan maupun lembang ada pada KK", terangnya.
Sulaiman menekankan, penyelenggara layanan publik harus mengambil bagian dalam rangka penanganan stunting. Dalam hal ini kata dia, membantu pemenuhan gizi yang seimbang dan memenuhi standar meski tidak keselurahan.
"Mulai dari Camat, Lembang dan Perangkat ini ada kewajiban kita menyiapkan satu telur setiap hari untuk satu orang selama enam bulan kedepan", terangnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra Hj. Rita Mariani mengatakan, pencanangan kampung KB merupakan Implementasi Inpres Nomor 3 tahun 2022 tentang optimalisasi kampung Keluarga Kerkualitas.
"Kampung KB yang redup kita gaungkan kembali karena tujuannya adalah bagaimana memberdayakan kelompok masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup", kata Hj Rita Mariani kepada REPLIKNEWS saat ditemui usai kegiatan.
Ia menyebut, salah satu mitra terdepan BKKBN yakni Tim Pengerak PKK, sebab kadernya mengakar sampai ke tingkat kelurahan dan desa.
"Kuncinya adalah kolaborasi, bagaimana kita bekerja sama", terangnya.
Rita Mariani mengapresiasi Dashat yang ada di Gandangbatu bahkan Hj Rita Mariani mengunjungi langsung stand rumah gizi yang menyajikan berbagi macam olahan makanan untuk anak.
"Tadi sangat luar biasa, banyak sekali inovasi makanan dilahirkan yang memiliki kandungan gizi, dan luarbiasanya didampingi langsung pakar gizi, jadi kita tidak bekerja dua kali karena sudah ada catatanya bahwa makanan ini, gizi ini yang dimiliki", terangnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr Ria Minolta Tanggo berharap Dashat dan Rumah Gizi berjalan di tingkat Lembang atau Kelurahan agar semua sasaran dapat dijangkau.
"Penanganan stunting kita mulai di tingkat lembang atau kelurahan, salah satunya adalah berempati dengan anak stunting melalui Bapak Asuh Anak Stunting. Jika semua berjalan bersama, satu orkestra, berkolaborasi maka kita optimis stunting di Tana Toraja akan turun", harap Ria Minolta.
Penulis : Iga





