Home Daerah Sejumlah Proyek Terlambat, Komisi III DPRD Tana Toraja: Jangan Asal Menangkan Kontraktor

Sejumlah Proyek Terlambat, Komisi III DPRD Tana Toraja: Jangan Asal Menangkan Kontraktor

Rapat kerja dengan Dinas PUTR, PRKP, ULP tentang Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan APBD 2022 di ruang rapat komisi III DPRD Tana Toraja, Senin (27/3/2023).

REPLIKNEWS, TANAN TORAJA - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Toraja gelar Rapat kerja dengan Dinas PUTR, PRKP, ULP tentang Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan APBD 2022 di ruang rapat komisi III DPRD Tana Toraja, Senin (27/3/2023). 

Rapat tersebut dalam rangka menindaklanjuti hasil kunjungan kerja Komisi III DPRD beberapa waktu lalu dalam rangka meninjau beberapa pekerjaan tahun 2022 yang sampai sekarang belum selesai.

"Ada beberapa kegiatan pekerjaan fisik tahun 2022 yang sudah kami pantau dan sampai sekarang belum selesai, ini yang kami pertanyakan", ujar Ketua Komisi III Kendek Rante.

Dikatakan Kendek Rante, jika Komisi III sudah turun langsung memantau apa yang terjadi dilapangan, dan menemukan ada beberapa proyek pekerjaan fisik yang menyebrang.

Sementara itu Andarias Tadan dalam kesempatannya memberikan catatan khusus kepada dinas Unit Layanan Pengadaan (ULP) agar kedepannya lebih teliti dalam melakukan seleksi terhadap para kontraktor yang hendak ikut tender.

"Kirannya ULP jangan memenangkan rekanan atau kontraktor yang tidak memiliki kemampuan mengerjakan proyek, jangan sampai asal menangkan saja tapi pekerjaannya tidak beres-beres", tegas Ketua Fraksi Hanura, Andarias Tadan.

Hal yang sama juga disampaikan Yulius Paturu. Ia menyebut selama dirinya berada di Komisi III belum ada pekerjaan yang beres, bahkan hampir semuanya terlambat. 

Yulius menilai hal tersebut terjadi karena tidak adanya pengawasan serius dari OPD terkait.

"Selama kami di komisi III banyak pekerjaan yang tidak beres, kebayakan terlambat, yang kami pertanyakan apakah OPD terkait tidak turun ke lapangan melakukan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut", pungkas Yulius Paturu.

Penulis  : Martinus Rettang
Editor    : Iga