REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Proses penanganan longsor di Lembang Paliorong, Kecamatan Masanda, mulai dilakukan. Satu alat berat berupa excavator dikerahkan pemerintah membersihkan material longsor.
Proses pembersihan material longsor memiliki tantangan tersendiri, sebab, kondisi tanah berlumpur dan labil, ditambah material bambu dan batu yang menutup badan jalan.
Kepala BPBD Tana Toraja, Christian Sakkung saat dikonfirmasi Jurnalis REPLIKNEWS menyampaikan proses pembersihan material longsor sementara dilakukan.
"Material longsor sementara di eksekusi, operator sementara bekerja," kata Sakkung, Kamis (07/05/2026) sore.
Ia menjelaskan, pasca kejadian pihaknya turun langsung bersama Bupati Tana Toraja, dr Zadrak Tombeg meninjau lokasi untuk memastikan penanganan dilakukan secara tepat dan cepat.
"Berdasarkan laporan dari bawa kami turun bersama Pak Bupati (dr Zadrak Tombeg), Camat Masanda dan Kepala Lembang Paliorong meninjau langsung lokasi," jelasnya.
"Bapak Bupati saat itu langsung perintahkan menurunkan alat berat," sambungnya.
Ia menyebut, alat sudah berada di lokasi sejak kemarin, namun kondisi tanah masih labil, sehingga hari ini baru dilakukan eksekusi material longsor.
"Pekerjaan memang berat, karena material longsor sangat tebal. Kita akan lihat kalau satu alat tidak mampuh, maka kami akan tambah alat," bebernya.
Ia menjelaskan, titik longsor hanya satu namu, menyebabkan dua jalan terputus.
"Satu titik tapi besar, dia jalan lingkar. Jalan diatas itu amblas sekitar 10 meter, kemudian kedalam longsor 150 M menghantam lagi jalan yang ada dibawah dan menutup jalan, sungai dan kebun warga," jelasnya.
Sakkung juga menyampaikan, longsor ini tak hanya menutup akses mayarakat, namun beberapa rumah juga terdampak.
"Jadi diatas itu ada pemukiman, dibawah juga ada pemukiman. Ada 6 KK yang terdampat, tapi mereka masih bertahan. Besok kamai turun membawa bantuan kebutuhan dasar," pungkasnya.
Penulis : Dirga Y. Tandi
Editor : Redaksi





