REPLIKNEWS, TORAJA UTARA - Pengurus DPD II KNPI Toraja Utara dan perwakilan OKP akhirnya bertemu Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang di ruang kerja Bupati, Marante, Lembang Tondon, Jumat (14/4/2023).
Sebelumnya, Kamis (13/4/2023) aksi unjuk rasa KNPI Toraja Utara bersama 30 OKP tak menemui titik terang hingga berujung pembakaran kursi dan meja aset KNPI di eks kantor DPRD Toraja Utara.
Bahkan massa aksi mendangi rumah jabatan Bupati Toraja Utara di Lampan, Kecamatan Tallunglipu, namun tak ditemui Bupati.
Pertemuan (Dialog) Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang dengan KNPI Toraja Utara dan perwakilan OKP dijembati oleh Kapolres Toraja Utara, AKBP Zulanda.
Dialog ini dihadiri Wakil Bupati Toraja Utara Frederik V. Palimbong, Kapolres Toraja Utara AKBP Zulanda, Dandim 1414 Tator Letkol Inf. Monfi Ade Chandra, Ketua KNPI Toraja Utara, Belo Tarran dan pengurus, serta gabungan OKP Toraja Utara.
Dalam dialog, Bupati Toraja Utara menjelaskan bahwa Kantor Dinas PTSP merupakan tempat pelayanan publik yang dinilai membutuhkan akses yang luas dalam wujud memberikan pelayanan yang terbaik kepada Masyarakat.
Dikatakan Bassang, Kantor Baru DPRD Toraja Utara masih terdapat ruangan yang kosong, untuk itu disarankan agar membangun komunikasi dengan Pihak DPRD Toraja Utara dalam hal permintaan ruangan kosong untuk dijadikan kantor KNPI.
"Jika pihak DPRD Toraja Utara tidak menerima, maka diharapkan KNPI Toraja Utara untuk sabar menunggu setelah Kantor Dinas Pendidikan berpindah pada tempat yang baru, atau Pihak KNPI Toraja Utara tetap menempati ruangan kosong yang telah ditunjuk sebelumnya di gedung GOR Rantepao", ujarnya.
Terpisah, Ketua KNPI Toraja Utara, Belo Tarran saat dikonfirmasi REPLIKNEWS mengatakan, dalam pertemuan itu Bupati Yohanis Bassang memberikan tiga opsi yakni, pertama KNPI bersama DPRD Toraja Utara, opsi Kedua KNPI ke Panga' (Kantor Gabungan Dinas).
Kemudian, opsi yang ketiga yaitu KNPI tetap berada di eks kantor DPRD jika PTSP pindah.
"Sampai hari ini, teman-teman OKP, para senior dan potensi pemuda masih bertahan pada opsi bahwa apapun yang terjadi tetap di gedung pemuda, karena itu menyangkut marwah", tegas Belo.
Dikatakan Belo, opsi yang diberikan Bupati belum final, sebab kedepan masih akan dilakukan dialog antar pemuda. Sebab, sampai hari ini keputusan OKP tetap berada di gedung pemuda.
Belo mengutarakan, pemuda tidak menuntut mewahnya gedung, luasnya gedung, tetapi lebih kepada marwah pemuda.
"Kita mengingkan ada monumen dibawah (Gedung Pemuda). Sampai hari ini kan banyak orang yang bilang KNPI yang ngotot, tidak begitu prinsipnya, ini persoalan marwah pemuda. Kebetulan saja yang dipercayakan sebagai induk organisasi itu KNPI, itulah yang didorong untuk mempertahankan itu, bahkan pahitnya nanti dikasih saja satu petak dibawah ya mau tidak mau karena itu persoalan monumen saja", terang Belo.
"Semua bisa dikomunikasin, tinggal menunggu waktu saja, tetapi dalam hal ini Pak Kapolres dan Pak Dandim menyerankan agar masalah ini di selesaikan dengan baik", pungkasnya.
Penulis : Iga
Editor : Redaksi





