Home Daerah Kemenkes Gelar Promosi Kesehatan Jiwa di Tana Toraja, Theofilus: Remaja Jangan Selalu Berfikiran Negatif

Kemenkes Gelar Promosi Kesehatan Jiwa di Tana Toraja, Theofilus: Remaja Jangan Selalu Berfikiran Negatif

Lanjut Theofilus, remaja jangan selalu berfikiran negatif, karena remaja yang tangguh itu harus punya semangat luar biasa dan itu bisa muncul dari dalam diri sendiri

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Direktorat Kesehatan Jiwa Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan Tana Toraja menggelar kegiatan "Penggerakan Masyarakat Dalam Upaya Promosi Kesehatan Jiwa Tahun 2023" dalam rangka meningkatkan pemahaman dan mendorong peran serta masyarakat, lintas program, lintas sektor, akan pentingnya kesehatan jiwa, di gendung Tammuan Mali, Makale, Kamis (8/6/2023).

Kegiatan tersebut melibatkan DPRD, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Dinas Pendidikan, DP3A, Dinas Sosial, Kemenag, TNI-Polri, Puskesmas, Organisasi Profesi, Organisasi Masyarakat, Tokoh Agama, Media Massa, Guru Pendamping dari masing-masing sekolah, dan Mahasiswa yang dibuka langsung Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung.

Menurut Bupati Theofilus dengan adanya kegiatan tersebut merupakan upaya promotif dan prepentif yang dilakukan dalam rangka memberi penguatan kepada anak-anak remaja agar tidak selalu putus asa dalam menghadapi tantangan dan permasalahan hidup yang ada.

"Banyaknya kasus yang dialami remaja sekarang itu karena ketidakmampuan mereka dalam menguasai diri sehingga dengan adanya kegiatan seperti ini kita berharap peserta yang hadir ini bisa kembali menjadi virus untuk menyebar kebaikan dalam keluarga maupun lingkungan disekitar mereka terlebih teman-teman sekolah mereka bahwa hidup ini harus selalu bersyukur dan harus selalu ceria", tutur Theofilus Allorerung.

Lanjut Theofilus, remaja jangan selalu berfikiran negatif, karena remaja yang tangguh itu harus punya semangat luar biasa dan itu bisa muncul dari dalam diri sendiri.

"Jangan hanya karena ego dan keinginan kita yang terlarang dan sering dipaksakan sehingga mengakibatkan stres dan mengambil jalan pintas yang dapat merusak bahkan membahayakan diri sendiri"

Ditambahkan Theofilus bahwa sebagai remaja yang cerdas harus lebih bijak dalam menggunakan sosial media, karena menurutnya salah satu pengaruh hilangnya akal sehat karena kebanyakan terjebak dalam keasikan dengan hal non produktif dibanding penggunaan sosial media untuk pembelajaran sehingga itu bisa mengurangi potensi untuk menjadi remaja yang pintar dan berkualitas.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa melalui sosial media, remaja lebih banyak mendapatkan hal-hal yang tidak produktif. Dan ini menular karena semua yang tidak baik itu lebih cepat viral dibanding hal yang baik. Oleh karena itu gunakanlah sosial media hanya untuk kebutuhan pembelajaran saja", tegasnya.

Bupati Theofilus juga menghimbau kepada semua orang tua agar memiliki kesadaran untuk mendidik anak-anak mereka, baik orang tua dirumah maupun orang tua di sekolah dalam hal ini guru.

"Saya sudah himbau kepada semua sekolah agar lebih meingkatkan kedisiplinan siswa contohnya membawa Handphone ke sekolah. Siswa boleh saja membawa Handphone ke sekolah tapi diditipkan di loket, jangan bawa masuk kedalam kelas karena nantinya akan menganggu konsentrasi belajar kalian", pungkas Theofilus Allorerung.


Penulis   : Martinus Rettang
Editor     : Iga