REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Melalui program jumat curhat, Kapolres Tana Toraja AKBP Malpa Malacoppo bersama Dandim 1414 Tator Letkol Inf Monfi Adae Candra, dan Pemda Tana Toraja diwakili Kasatpol Pamong Poraja (PP) Drs Anthon Toding temui masyarakat Kecamatan Simbuang, Jumat (9/6/2023).
"Hari ini kami bersama 3 Pilar TNI-Polri dan Kasatpol PP melakukan peninjauan langsung wilayah kita yang berada di pelosok, mengecek insfrastruktur yaitu kondisi jalan dan menemui masyarakat secara lansung untuk mendengarkan aspirasi serta keluh kesahnya dalam program Kapolri yaitu jumat curhat", ungkap Kapolres Tana Toraja.
Dalam giat jumat curhat yang dilaksanakan di aula kantor camat simbuang ini, ragam keluhan disampaikan masyarakat mulai dari infrastuktur, pendidikan, hingga fasilitas kesehatan.
Pertama dari segi infrastruktur, hal ini menjadi keluhan utama masyarakat dihadapan Kapolres, Dandim dan Kasatpol PP. Menurut mereka akses jalan menuju kecamatan simbuang sangat memprihatinkan.
Dikatakan Kapolres, kondisi jalan memang ekstrim dan sebaiknya untuk sampai Kecamatan Simbuang dan Mappak sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua karena selain jalannya yang terjal dengan bebatuan serta berlumpur juga melewati beberapa lintasan pinggiran tebing yang sangat berbahaya.
"Kami melewati perjalanan dari Polres hingga di kantor kecamatan kurang lebih 5 jam 30 menit perjalanan", tamba Malpa Malacoppo.
Kedua yang dikeluhkan masyarakat yaitu pendidikan. Dikatakan kepala Lembang (Desa) Bembe, Marselina P, bahwa ia sudah berapa kali menerima keluhan orang tua siswa SD Kristen Sarangdena' terkait minimnya tenaga pendidik yang ada di sekolah tersebut.
"Keluhan orang tua murid yang ada di SD Kristen Sarangdena' betul-betul saya bingung mau jawab seperti apa. Mereka mengatakan kalau memang tidak bisa lagi orang belajar disitu kami pindahkan saja anak kami", katanya.
Selain minimnya tenaga pendidik, Marselina juga mengungkapkan kondisi bangunan di SD tersebut sangat tidak layak lagi. Ia berharap SD Kristendena' yang berada dibawah naungan YPKT itu diperhatikan.
"Kalau memang ada niat yayasan untuk memgembangkan ini sekolah, menyuburkan ini sekolah, minta tolong diperhatikan semua elemen yang ada disana baik dari gurunya atau pimpinanya", harapnya.
Menurutnya, SD Kristen Sarangdena' merupakan salah satu SD yang paling subur di Kecamatan Simbuang.
"Intinya dalam hal ini kami butuh solusi. Mudah-mudahan lewat jumat curhat ada solusi kedepan", harapnya.
Kemudian, keluhan yang ketiga yaitu layanan kesehatan. Kepala Puskesmas, Ruth Tandiongan mengungkapkan soal kendaraan ambulance yang sudah tidak layak pakai.
"Mohon kiranya pak agar mobil ambulance kami dapat diganti dengan yang layak pakai karena jika ada pasien rujukan kendaraan ambulans kami tidak dapat digunakan lagi", ungkap Kepala Puskesmas.
Pada akhir kegiatan Kapolres Tana Toraja menyampaikan bahwa setiap keluhan masyarakat akan kami berikan solusi segera, namun dalam hal ini Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam menyelesaikan setiap masalah, pasalnya ketika kita bekerja sama semua akan menjadi ringan.
"Tadi kita sudah mendengar berbagai keluhan masyarakat, kita berikan langkah langkah yang akan dilakukan pada intinya apa yang disampaikan masyarakat tadi akan kami tindak cepat, karena setiap masaalah pasti ada solusi namun kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada hal yang bisa ditangani secara lansung oleh pihak Kepolisian, TNI, Pemda dan ada juga masaalah yang butuh proses waktu, nah inilah perlunya peran kita semua dalam menyelesaikan secara bersama-sama", tutup Malpa Malacoppo.
Editor : Iga






