REPLIKNEWS, TORAJA UTARA - Aliansi Masyarakat Toraja Utara lakukan aksi penyampaian aspirasi menolak Rekomendasi Pansus di kantor DPRD Toraja Utara diduga ditunggangi oleh Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang, Senin (5/6/2023).
Hal tersebut dilontarkan Julianto Mapaliey sekretaris Komisi III DPRD Toraja Utara usai menerima penyampaian aspirasi dari aliansi masyarakat Toraja Utara.
Menurut Julianto, aksi demo yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Toraja Utara diduga penuh dengan kepentingan yang diduga ditunggangi oleh orang nomor satu di Toraja Utara.
"Kita sudah tau siapa kepentingan dalam hal ini, kalau menyangkut LKPJ itu ada namanya LKPJ Bupati sudah jelas mengarah ke saudara Yohanis Bassang yang tunggangi dalam hal ini. Kalau memang Yohanis Bassang membantah saya siap mempertanggung jawabkan peryataan saya ini menuduh Bupati yang menunggangi demo ini", terang Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Toraja Utara Julianto Mapaliey kepada REPLIKNEWS.
Ditegaskan Julianto, pernyataannya dikuatkan dengan bukti video singkat yang di rekam saat hendak menuju kantor dan sudah di upload di akun Facebook milik pribadinya.
"Dalam rekaman video itu sudah jelas bahwa ada oknum yang dibayar Rp.50.000 dengan jumlah massa lebih dari 20 orang untuk ikut demo sebagai massa bayaran", terangnya.
Ditambahkan Julianto, bahwa apa yang menjadi tuntutan Aliansi Masyarakat Toraja Utara yang banyak mengarah ke Komisi III berbicara tentang anggaran itu sangat tidak masuk akal. Dimana sudah ada skala prioritas tinggi yang ditentukan namun mereka lebih merekomendasikan yang skala prioritasnya rendah.
"Anggaran PHJD yang diberikan oleh Pemerintah pusat itu kan untuk meningkatkan akses jalan ke pariwisata, bukan jalan ke kampungnya pak Bupati, iya kan?", ketus Julianto Mapaliey Anggota DPRD dari Fraksi Golkar.
"Kasian juga masyarakat yang ikut demo ini, karena banyak yang menelfon saya bahwa maaf ini karena kita menunggu SPK (surat perintah kerja) tapi saya jawab ngak apa-apa, sedangkan orang saja demo demi nasi bungkus apalagi kalau SPK yang dijanjikan oleh Eksekutif", pungkasnya.
Penulis : Martinus Rettang
Edito : Iga






