REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Proyek Pembangunan talud penahan tebing di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja, Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja yang runtuh beberapa waktu lalu hingga kini belum juga dibangun kembali.
Proyek talud yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 itu ambruk dan menimpa gedung rektorat IAKN Toraja pada Senin (13/3/2023) lalu.
Saat dikonfirmasi sehari usai roboh, Abraham selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari proyek tersebut mengatakan jika pihak Kontraktor siap untuk membangun kembali pekerjaan yang rusak itu karena masih dalam tahap pemeliharaan.
"Itu kan masih dalam tahap pemeliharaan, dan saya sudah berkoordinasi dengan Kontraktornya dan mereka berjanji akan segera memperbaikinya", jelas Abraham Kepada REPLIKNEWS, Rabu (15/3/2023).
Namun hingga bulan Mei ini pihak kontraktor belum juga melanjutkan pekerjaan tersebut, padahal sudah berapa bulan.
Saat dikonfirmasi, Abraham menjelaskan mengapa proyek yang rubuh tersebut belum dibangun kembali. Menurutnya pihak kontraktor yang sebelumnya sudah berjanji akan memperbaiki talud yang ambruk dalam waktu dekat akan melanjutkan pekerjaan.
"Saya sudah bicara dengan kontraktronya, dan mereka bilang minggu depan sudah mulai masuk kerja. Karena kita maklumi lah baru-baru ini kan orang puasa jadi pekerjanya istirahat. Karena para pekerja itu kan orang Makassar mereka muslim, tapi mereka sudah janji minggu depan sudah mulai kerja", jelas Abrahanm kepada REPLIKNEWS, Jumat (19/3/2023).
Menanggapi hal tersebut, ketua Presiden Mahasiswa IAKN Toraja Marselinus Hera menyesalkan lambatnya tindakan PPK dalam melanjutkan proyek pekerjaan tersebut.
Menurut Marselinus, puasa sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan untuk lambat melanjutkan pekerjakan karena puasa sudah ada beberapa minggu berakhir.
"Okelah kita tunggu eksekusinya minggu depan apa betul-betul sudah dilanjutkan dikerja kembali, Ya harapan kita semoga pengerjaannya cepat dilanjutkan dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali "Dikerja asal-asalan" sehingga mendatangkan kerugian yang lebih besar", pungkas Marselinus Hera.
Penulis : Martinus Rettang
Editor : Iga






