REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, Prof Rizal Damanik beserta Ibu berkunjung ke kabupaten Tana Toraja, Rabu (14/6/2023).
Dalam kunjungannya, Deputi Bidang Lalitbang didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra Hj. Andi Ritamariani beserta rombongan.
Kunjungan Prof Rizal Damanik dalam rangka menghadiri diskusi asik pendidikan kependudukan (Dak Dik Duk), pemberdayaan kelompok masyarakat dikampung KB dalam rangka penurunan angka stunting di Tana Toraja yang dilaksanakan di Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja.
Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tana Toraja.
Hadir dalan kegiatan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja, Muhammad Safar, Ketua TP-PKK Tana Toraja, Yariana Somalinggi', Kadis P3AP2KB Tana Toraja, dr Ria Minolta Tanggo, Camat Rantetayo, Lurah dan Kepala Lembang (Desa) se Kecamatan Rantetayo, serta masyarakat.
Penyambutan Prof Rizal Damalik sebagai tamu kehormatan ditandai dengan pemasangan sarung dan passapu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja, Muhammad Safar. Selain itu, Prof Risal Damalik bersama rombongan juga disambut tarian khas Toraja yakni pa'gellu.
Sekda Tana Toraja, Muhammad Safar dalam sambutannya mengatakan, suata kebanggaan kegiatan ini dihadiri langsung deputi BKKBN RI.
"Ini luar biasa kegiatan kita dihadiri langsung Deputi BKKBN dari Jakarta bersama Ibu dan bunda KB Sulawesi Selatan beserta rombongan", ucapnya.
Ia mengungkapkan, dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Tana Toraja, rangkaian kegiatan pada dasarnya sudah terlaksana di semua wilayah.
"Luar biasa semangat dari sasaran-sasaran kita sangat besar, hanya saja kendala sarana prasarana yang menjadi kendala", tuturnya.
Meski begitu, kata dia, kader dan semua stakeholder tidak pernah patah semangat dalam mencapai target penurunan stunting di Tana Toraja.
"Stakeholder yang terlibat dari perangkat daerah yang ada kaitannya dengan pengembangan Gizi masyarakat kiranya bisa ditingkatkan, agar bisa menurunkan angka stunting di Tana Toraja", terangnya.
Sementara, Deputi Bidang Lalitbang BKKBN RI, Prof Risal Damanik yang baru pertama menginjakkan kaki ke Bumi Lakipadada mengaku takjub dengan keindahan alam Tana Toraja.
Meski menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Ibukota, kata dia, semuanya terbayarkan.
"Saya benar-benar baru pertama datang ke Tana Toraja. Begitu memasuki gerbang selamat datang di Kabupaten Tana Toraja rasanya langsung plong, begitu indah Kabupaten Tana Toraja ini, luar biasa", ucap Prof Risal dalam sambutannya.
Terkait stunting, Prof Rizal mengatakan, selama ini persoalan stunting masih dihadapi bangsa Indonesia. Permasalahan itu, kata dia, sudah dihadapi sejak tahun 2010 sampai sekarang.
"Ada penurunan prevalensi stunting tapi menurunya masih tertati-tati. Pemerintah merasa perluh bahwa stunting ini harus segera diatasi", tuturnya.
Sejak tahun 2021 lanjut Prof Rizal, keluar peraturan presiden untuk mempercepat penurunan stunting menjadi 14 persen di akhir tahun 2024 mendatang.
"Saat ini secara nasional, kita sudah berhasil menurunkan stunting yang semula 27,7 persen di tahun 2019 menjadi 24,4 persen di tahun 2021, ada penurunan 3 sampai 3,5 persen. Kemudian dari 24,4 persen berhasil diturunkan lagi menjadi 21,6 di tahun 2022", jelasnya.
"Target diakhir tahun 2023, dari 21,6 persen, akan kita turunkan 3 persen lagi, itu berarti nanti ada sekitar 17 persen, dan ditahun 2024 turun lagi 3 persen maka apa yang di cita-citakan oleh bapak Presiden dan kita semua akan mencapai angka 14 persen", sambungnya.
Menurutnya, mencapai 14 persen bukan pekerjaan mudah, karena stunting itu disebabkan banyak faktor.
"Oleh karena itu penyelesaianya juga harus dilakukan secara bersama-sama", ujarnya.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pencangan 43 kampung keluarga berkualitas (KB), 157 DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) dan 42 rumah data kependudukan
Penulis : Iga
Editor : Redaksi






