Home Daerah Cegah Kekerasan Anak, YESMa, PKM dan Pemerintah Edukasi Remaja di Lembang Saluallo, Tana Toraja

Cegah Kekerasan Anak, YESMa, PKM dan Pemerintah Edukasi Remaja di Lembang Saluallo, Tana Toraja

Kolaborasi antara Yayasan Eran Sangbure Mayang (YESMa) kelompok konstituen Saluallo, Pemerintah Lembang Saluallo dan PKM Tumbang Datu berikan edukasi kepada peserta posyandu remaja di Lembang Saluallo.

REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Kolaborasi antara Yayasan Eran Sangbure Mayang (YESMa) kelompok konstituen Saluallo, Pemerintah Lembang Saluallo dan PKM Tumbang Datu berikan edukasi kepada peserta posyandu remaja di Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Minggu (4/6/2023).

Edukasi yang diberikan berupa pemahaman tentang kesehatan, perubahan usia remaja, pola bergaul, media sosial serta menjaga diri dari segalah bentuk kekerasan. 

Edukasi ini dihadiri langsung officer YESMa, Lenynda Tondok bersama pendamping kelompok konstituen YESMa, Yuliarni serta anggota YESMa Saluallo, Bidan Desa Lembang Saluallo, Anita Andi Hasan serta ketua TP-PKK Lembang Saluallo, Agustina Parinding. Ditemui usai kegiatan, officer YESMa Lenynda mengatakan, edukasi ini dilakukan untuk mencegah maraknya kekerasan terhadap anak dibawah umur dan kasus bunuh diri yang terjadi di Tana Toraja. 

"Kita memberikan edukasi kepada anak sejak dini untuk menjaga diri terhadap kekerasan. Kita juga memberikan pemahaman untuk belajar tentang kesehatan mental agar tidak mudah melakukan hal-hal yang tidak di inginkan", kata Lenynda kepada REPLIKNEWS

Lewat program inklusi, kata dia, YESMa saat ini fokus kepada isu pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta maraknya kasus bunuh diri. 

"Sedini mungkin mereka (remaja) sudah belajar supaya tidak menjadi korban ataupun pelaku kekerasan dan juga mereka punya mental yang baik", terang Lenynda. Sementara, bidan desa saluallo, Anita Andi Hasan mengatakan, Posyandu remaja merupakan program PKM Tumbang Datu dan Pemerintah Lembang (Desa) Saluallo dalam mencegah stunting di Tana Toraja. 

"Posyandu ini tujuannya mencegah stunting. Sasarannya remaja usia 10 sampai 18 tahun", kata Anita., 

Selain mencegah stunting, kata dia, lewat posyandu ini remaja diberikan edukasi sejak dini tentang kesehatan, bahaya narkoba, kekerasan terhadap anak serta pencegahan bunuh diri.

"Jadi mulai dari remaja kita memberikan tamblet tambah darah untuk remaja putri, edukasi pencegahan narkoba, kesehatan remaja dan kesehatan reproduksi", terang Anita. 

Penulis     : Iga
Editor       : Redaksi