REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dengan menyuarakan langsung kebutuhan daerah ke pemerintah pusat.
Pada Jumat (13/03/2026), Zadrak mendatangi Direktorat Pembangunan Jembatan di Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia untuk mengusulkan pembangunan sedikitnya 15 jembatan gantung di berbagai wilayah Tana Toraja.
Dalam pertemuan tersebut, Zadrak didampingi Sekretaris Daerah Rudhy Andi Lolo serta Kepala Dinas PUPR Tana Toraja Yanti Mapaliey.
Usulan yang diajukan mencakup jembatan dengan panjang bervariasi, mulai 40 hingga 100 meter, yang tersebar di sejumlah kecamatan seperti Makale Utara, Kurra, Saluputti, Rantetayo, Sangalla Utara, Bittuang hingga Bonggakaradeng.
Jembatan terpanjang yang diusulkan berada di Sungai Tattungo Laspa Siammang, Kecamatan Bonggakaradeng, dengan panjang mencapai 100 meter.
Di Kecamatan Makale Utara misalnya, terdapat tiga titik pembangunan jembatan gantung yang diajukan, yakni Rante Bulo Tarongko/Tambunan sepanjang 50 meter, Parampo Lalunu sepanjang 50 meter, serta Sipate Batan Mandetek sepanjang 65 meter.
Sementara di Kecamatan Kurra, beberapa titik yang diusulkan antara lain Tiappu Padakka, Mawangla Ratte Ka’puan Tondok, Tora Ratte Ka’puan Tondok, hingga Serang Bambalu.
Bupati Zadrak menegaskan, pembangunan jembatan gantung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses vital di wilayah pedesaan yang masih sulit dijangkau.
"Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan jembatan gantung ini. Infrastruktur tersebut sangat penting untuk memperlancar mobilitas warga, terutama akses ke lahan pertanian, sekolah, dan layanan kesehatan yang saat ini masih terbatas," ujar Zadrak.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan yang layak tidak hanya mempermudah aktivitas warga, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah terpencil di Tana Toraja. (*)
Editor : Redaksi





