REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Kini sudah 785 ternak babi di Kabupaten Tana Toraja (Tator) mati akibat virus demam babi afrika atau Afrikan Swine Fever (ASF). Sebaran virus ini hampir disemua kecamatan di Tana Toraja.
Hal itu disampaikan Oktavianus Sonda, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Dinas Pertanian, Ketahan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja, Rabu (21/6/2023).
"Berdasarkan data yang masuk di kami per hari ini, suda ada 785 ternak babi yang meninggal dengan gejala-gejala ASF", kata Oktavianus kepada REPLIKNEWS saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil tracking dari 19 kecamataan yang ada di Tana Toraja, kasus kematian ternak babi terbanyak akibat virus ASF ada di kecamatan Makale Utara.
"Yang paling banyak itu ada di Kecamatan Makale Utara, sudah ada 283 ternak babi yang mati, penyebabnya itu karena disitu ada pedagang (babi), disitu mulai banyak mati", ungkapnya.
Sejauh ini, kata dia, masih terdapat beberapa kecamatan yang masih aman atau zero kasus ASF, diantaranya, Kecamatan Bonggakaradeng, Rano, Bittuang dan Kecamatan Masanda.
Menurutnya, kecamatan yang masih zero kasus ASF karena jarang ternak babi dari luar yang masuk di wilayah itu.
Oktavianus mengatakan, penyebaran virus ASF hampir sama dengan Covid, hanya saja ini terjadi pada ternak babi.
"Penyebarannya itu 98 persen dan kematiannya 100 persen dan itu bertahap, misalnya 10 babi dalam satu kandang bertahap dia mati, bisa juga serempak karena masa inkubasi virus ASF itu 21 hari", jelasnya.
Ciri-ciri babi yang terkena virus ASF kata Oktavianus, yakni loyo, sempoyongan, ada bintik-bintik merah di perut, nafsu makan berkurang, menggigil, kalau banyak dalam kandang dia berkelombor tidur atau bertumpuk-tumpuk karena panas, kalau ada yang mati dia mengeluarkan darah dari hidung dan dari anus.
Dikatakan Oktavianus dalam mengantisipasi penyebaran virus ASF, pihaknya melakukan edukasi kepada masyarakar agar tidak membeli ternak dari luar. Selain itu, kata dia, sudah dibentuk satgas penyekatan ternak babi dari luar daerah disetiap perbatasan.
"Yang menyebabkan ASF ada di Tana Toraja karena babi dari luar makanya surat edaran Bupati (beberapa waktu lalu) melakukan pembatasan keluar masuk ternak babi", tuturnya.
"Jauh sebelumnya kita juga sudah membagikan disinfektan ke peternak babi di setiap kecamatan untuk pencegahan dini di kandang-kandang", pungkasnya.
Diketahui, populasi babi di Tana Toraja saat ini di 19 kecamatan sebanyak 346.710.
Penuis : Iga
Editor : Redaksi






