REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Dalam upaya mendorong kemandirian pangan lokal, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja melaksanakan praktek lapangan budidaya melon menggunakan metode hidroponik Machida. Praktek ini dilakukan oleh Desmin Pakkung bersama rekannya, Irna Wani Lebang, sebagai bagian dari penyelesaian tugas akhir mereka.
Meski metode hidroponik Machida telah banyak diterapkan di berbagai daerah lain, penerapan sistem ini tercatat sebagai yang pertama kali dilakukan di Toraja.
Sion, pendamping lapangan mahasiswa Agroteknologi UKI Toraja, menjelaskan bahwa metode Machida merupakan teknik budidaya hidroponik asal Jepang yang terkenal memiliki produktivitas tinggi.
“Metode Machida menggunakan wadah persegi berisi larutan nutrisi dengan sirkulasi terus menerus sehingga mendorong pertumbuhan akar yang sehat dan pemanfaatan nutrisi yang efisien. Hasilnya, tanaman melon dapat menghasilkan buah berkualitas tinggi, bahkan bisa mencapai hingga 60 buah per pohon,” jelas Sion kepada wartawan Replik News, Jumat (28/ 11/2025).
Ditemui di lokasi praktek di Pakea, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, pada Jumat (28/11/2025) Desmin Pakkung menjelaskan bahwa melon yang mereka budidayakan melalui metode Machida diperkirakan dapat dipanen pada usia sekitar 70 hari.
"Sekarang baru usia 43 hari nanti bisa dipanen dan dipasarkan setelah usia 70 hari," jelas Desmin.
Lebih dari sekadar memenuhi tugas akhir, penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menciptakan peluang usaha di bidang pertanian modern.
"Bagi mahasiswa, penelitian ini bisa menjadi cikal bakal lapangan pekerjaan, bahkan membuka kesempatan untuk mempekerjakan orang lain dan memasok pasar seperti Alfamart, Indomaret, dan lainnya," jelas Sion.
Tak hanya itu, Sion menegaskan bahwa penelitian semacam ini membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membuka wawasan bahwa tanaman melon dapat tumbuh optimal di dataran tinggi Toraja apabila kebutuhan tanamannya dipenuhi secara tepat.
"Dengan adanya penelitian mahasiswa seperti ini, masyarakat dapat melihat bahwa produksi melon bisa tumbuh lebih baik di daerah kita. Harapannya, ke depan buah melon tidak lagi harus didatangkan dari luar Toraja," ujarnya.
Penulis : Nathalia D. Letta
Editor : Redaksk





